Pura Kehen Dan Pohon Beringin Yang Di Sakralkan, Bangli. Bali

Pagi  mas dan mbak broh  smuanya…. semoga  kalian  sehat dan  waras  smuanya, biar bisa selalu ngikuti perjalanan mister bolang, hehehe
Untuk kali ini mister bolang mau kasih review  salah satu  pura  yang termasuk pura tua di bali dan di sudah  di jadikan cagar budaya nasional.
Terletak di desa Cempaga, kabupaten Bangli, nama pura yang mister maksud   adalah Pura Kehen.
Secara  pastinya  kapan berdirinya pura kehen ini  mister bolang belum bisa kasih keterangan secara  pasti coz  meski dah baca sana sini mister juga nggak dapat info tentang kapan berdirinya pura kehen ini.
Tapi nggak apa  apa, masih ada cerita menarik tentang pura kehen ini, tapi yang menarik menarik mister tulis belakangan , sekarang kita  lihat  dulu  bentuk bangunan  pura Kehen ini, hehehhe.
Saat mau memasuki pura  kehen,  mister dah di sambut anak tangga yang lumayan tinggi, di apit patung  gajah  kanan kiri . seperti ini  nih..

Karena  ini tempat suci  buat saudara saudara  kita  yang beragama hindu, untuk memasuki area pura kehen  ini kita di wajibkan pakai sarung.
Sarungnya  udah di sediakan di pos, jadi kita tinggal pakai aja, tapi jangan lupa di kembalikan saat kluar dari area pura, hehhee

Pada  pintu masuk pura  kehen  ini  tidak menggunakan  gaya candi bentar  tapi menggunakan candi kurung.
Kalian tau nggak apa itu candi bentar  dan candi kurung?? mister kasih tau secara sederhana  aja  ya… kalau candi bentar  itu  bentuknya  seperti  gapura gitu  kanan kiri  atasnya terbuka  tidak menyambung.
kalau candi kurung seperti gapura  tapi atasnya menyambung.  mungkin itu  penjelasan sederhana  mister bolang. hehehehe.
atau  untuk lebih jelasnya  lihat  foto di bawah ini aja  pintu masuk gaya candi kurung itu sprti apa….

Fungsi dari pura kehen  ini tentunya  tempat peribadatan  umat hindu. Tapi berdasarkan prasasti  Kehen B dari tahun 1049, pura kehen  ini mempunyai fungsi khusus  yaitu  sebagai tempat pengambilan sumpah bagi para pejabat kerajaan di masa itu.
  Para pejabat di sumpah  untuk selalu setia pada kerajaan, apabila  para pejabat ingkar pada sumpahnya dan tidak setia pada kerajaan maka mereka  akan kena “SAPATA” yaitu kutukan yang sangat menyeramkan, yaitu terhina, kluarga hancur dan sebagainya.
Nah  untuk bangunan pura kehen  ini sendiri  bentuknya berundak dan setiap  undakan mempunyai halaman yang luas. mister lupa  ada berapa halaman  di  area pura kehen ini  tapi seingat saya  ada  dua  halaman  yg bertingkat,  halaman tertinggi  seperti gambar di bawah ini

Oh ya  di awal  menulis  tadi  mister  mau  menceritakan hal menarik tentang pura  kehen  ini ya  kan? Iya  di samping  kiri  kalau kita  mau turun dari pura kehen ini ada sebuah pohon beringin yang sangat besaaaarrrrr molihat  foto nya? ini dia pohonnya..

Terus  apa keunikan dari pohon beringin  ini?  pohon beringin ini sangat di sakralkan  masyarakat setempat.
ketika  salah satu dahan pohon beringin tersebut ada yang patah, di yakini  itu sebagai  pertanda musibah.
misalnya pada saat raja Bangli meninggal dahan yang letaknya di kaja angin (utara timur) patah.
Saat pendeta meninggal dahan  sebelah barat  daya  patah.  dan sebagai tanda lain lainnya  masyarakat sekitar   yang lebih tau. hehehehe.
Ok sekian  dulu  kayaknya  mister kasih review tentang pura kehen, salah satu pura tertua  yg ada di bangli  dan saat nya mister  balik dan mengembalikan sarung sebelum melanjutkan perjalanan selanjuutnya.  daaaghhhh smuanya
di tunggu aja besok besok  ntar mister kasih review   lagi  ya…hehhehe

Reply